Logo PTFI

Jejak Panjang PT. Freeport Indonesia Kembangkan Bumi Cenderawasih (PAPUA)

Tanah Papua, Surga Kecil di Bumi

Mendaulat Tanah Papua sebagai “Surga Kecil di Bumi” bukan suatu hal yang berlebihan. Pasalnya kekayaan sumber daya alam yang sangat berlimpah mulai dari perut bumi hingga permukaan bumi berada di tanah kaya ini.

Tak heran bila Papua juga dijuluki sebagai tanah Cenderawasih, karena kekayaan dan keanekaragaman spesies flora dan fauna yang teramat banyak.

Meski begitu, kita tahu bahwa masyarakat papua adalah masyarakat pra-modern, dimana dahulu tanah papua merupakan daerah dengan tingkat baca tulis yang masih rendah, rentan terhadap penyakit hingga hidup dalam kemiskinan.

Namun, kini tren tingkat kemiskinan di tanah papua menunjukkan penurunan angka yang cukup siginifikan.

Sebut saja angka kemiskinan di (Mimika, Papua) sejak kurun waktu 14 tahun pada periode 1999-2013, dimana tercatat persentase kemiskinan penduduk mulai menunjukkan penurunan signifikan yaitu dari 62,3 persen ke 20,37 persen dan terus membaik hingga sekarang.

Kontribusi Freeport Indonesia Untuk

Masyarakat Bumi Cenderawasih

Peningkatan kualitas hidup masyarakat papua tersebut tak luput dari andil salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia yakni PT. Freeport Indonesia (PTFI). Sebagai perusahaan tambang tembaga, emas dan perak yang berbasis di Mimika, Papua, Freeport Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Salah satu bentuk Kontribusi Freeport Untuk Masyarakat Papua adalah ikut serta menyelesaikan permasalahan utama mengenai kesehatan, kualitas SDM, ekonomi hingga Infrastruktur. Untuk memastikan pembangunan secara berkelanjutan, PTFI senantiasa berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat guna membenahi masalah yang terjadi sehingga tercipta daerah dan masyarakat yang mandiri.

Kontribusi Finansial dan Ekonomi

Freeport berkontribusi secara finansial ke pemerintah Papua dan Indonesia

Hampir lima dekade Freeport Indonesia memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi baik lokal maupun nasional. Berdasarkan laporan lembar fakta, PTFI telah memberikan kontribusi bagi negara terhadap pendapatan Domestik Bruto Nasional sebesar lebih dari 60 miliar dolar AS sejak tahun 1992.

Hingga tahun 2018, Manfaat secara langsung bagi Indonesia melalui pajak, royalty, dividen, bea dan pembayaran lainnya sebesar 19,2 miliar dolar AS. Sedangkan, manfaat secara tidak langsung melalui pembayaran gaji karyawan, pengembangan masyarakat, hingga pembangunan dan investasi dalam negeri mencapai 41,9 miliar dolar AS.

Dari penyajian data tersebut, hampir seluruh PDRB daerah setempat (Mimika) didapat dari kontribusi yang diberikan oleh PTFI, hal itu selaras dengan kajian LPEM-UI tahun 2015, bahwa operasi PTFI memberikan dampak ekonomi yang besar. 

Tak hanya itu, Guna mendukung perkembangan industri di indonesia, PTFI dalam operasinya senantiasa menggunakan produk berupa barang serta jasa yang diproduksi dan dijual di dalam negeri. Pada tahun 2010-2018 saja, pembelanjaan PTFI dalam pembelian barang di dalam negeri mencapai 1.032 juta dolar AS, sedangkan penggunaan jasa dalam negeri mencapai angka 944 juta dolar AS (46 juta dolar AS pada perusahaan milik pengusaha Papua). Itu berarti, PTFI membelanjakan lebih dari 50% dana pada perusahaan dalam negeri untuk menunjang kelancaran operasionalnya.

Kontribusi Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan

Freeport membangun dan mengoperasikan fasilitas kesehatan di papua

Sumbangsih bagi negeri tak hanya dituangkan dalam kontribusi secara ekonomi, PTFI juga berusaha menuntaskan masalah utama di tanah Papua mengenai kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan dibangun dan dioperasikannya 2 Rumah Sakit, 3 Klinik Umum, 2 Klinik Spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyakarat papua.

Tingginya angka penderita penyakit malaria di Papua, mendorong PTFI untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan mitra dalam pengendalian malaria. Dalam usahanya, dibentuklah Timika Maria Control Center guna memberikan edukasi pengendalian, pemeriksaan hingga pengobatan malaria.

Tak hanya itu, Timika Malaria Control Center juga secara konsisten mendistribusikan lebih dari 11.000 kelambu ke 5.600 rumah dan melakukan lebih dari 30.400 penyemprotam untuk penanggulangan.  Alhasil, terjadi penurunan kasus malaria mencapai 70 persen dalam periode 2015 sampai 2018.

Tak cukup sampai disitu saja, Kemitraan yang dilakukan bersama Puskesmas Timika, membuahkan hasil dalam pemberantasan tuberculosis (TB) dengan tingkat keberhasilan mencapai 77 persen.

Keberhasilan PTFI dalam mendorong kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dibuktikan dengan tingginya jumlah kunjungan sebesar 126.825 ke rumah sakit serta 46.900 ke klinik umum dan spesialis.

Untuk menjangkau dan mengatasi tantangan geografis yang sulit serta penyebaran populasi yang tidak merata, PTFI membuat Floating Clinic dan Flying Doctor Program. Dimana, proses operasinya dijalankan oleh LPMAK untuk menjangkau dan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dari empat kabupaten di wilayah pesisir Mimika.

Kontribusi Pembangunan Infrastruktur

Freeport berkontribusi membangun infrastruktur papua untuk menunjang mobilitas masyarakat

Guna meningkatkan konektivitas antar daerah dan produktivitas masyarakat, PTFI melakukan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan hingga  lapangan terbang perintis.

Pembangunan tersebut bertujuan untuk menjangkau masyarakat terpencil khususnya di dataran tinggi Papua. Dimana, dalam pembangunannya PTFI senantiasa melaksanakan proyek infrastruktur melalui program Tiga Desa dataran tinggi Aroanop, Banti dan Tsinga yang mencakup pembangunan lebih dari 3200 rumah, tiga sekolah, sepuluh rumah guru, tiga klinik, tiga pasar, 13 rumah ibadah, 20 jembatan, generator 225KW, fasilitas Mikro Hidro, Banti Bridge, Proyek Air Bersih Opitawak dan dua lapangan terbang.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PTFI juga melakukan pembangunan proyek fasilitas pengolahan air, pipa saluran air dan tujuh sumur bor yang bertujuan untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh masyarakat Timika.

Tak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi dan mendukung talenta muda papua, PTFI juga serius membangun fasilitas olahraga modern berupa stadion terbuka dengan kapasitas 3500 tempat duduk, stadion bulu tangkis, voli dan basket dengan kapasitas 5500 tempat duduk serta asrama atlet dengan standar nasional.

Kontribusi Pengembangan SDM dan Pendidikan

Freeport berkontribusi meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan dan komprehensif

Salah satu wujud nyata kontribusi aktif PTFI dalam peningkatan kualitas SDM di tanah Papua, dapat dilihat dari pendirian 5 asrama, serta penyaluran 10.736 beasiswa yang telah diberikan sejak tahun 1996.

Program beasiswa tersebut merupakan upaya PTFI untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mudah asli papua melalui pendidikan. Tak hanya itu, melalui Institut Pertambangan Nemangkawi, PTFI juga menyiapkan generasi muda papua agar siap bekerja dalam dunia professional, khususnya di bidang pertambangan.

Para lulusan terbaik berkesempatan bergabung untuk bekerja di PTFI. Sudah sekitar 4.187 siswa, yang telah dibina sesuai dengan keterampilan masing-masing. Hingga 2016, Lebih dari 2982 pekerja (lebih dari 40 persen) PTFI berasal dari Suku asli Papua.

 

 Seluruh bentuk kontribusi yang dilakukan PTFI adalah upaya mengembangkan daerah dan generasi penerus agar dapat bertumbuh bersama mengharumkan Indonesia dimasa depan. 

Tag:

Freeport Indonesia, Tambang Tembaga, Narasi dari Papua, Mining for Life. 

Apa Kata Mereka Terkait Kontribusi Freeport Indonesia?

Semua menyatakan kepuasan terhadap kontribusi Freeport Indonesia

Freeport Indonesia Tumbuh Berkembang Bersama,

Untuk Harumkan Indonesia dari Papua

Plaza 89, Lt. 5
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6
Jakarta 12940, Indonesia
+62 21 2591818
+62 21 2591945 (Faks.)
Offi ce Building I
Jl. Mandala Raya Selatan No. 1
Kuala Kencana, Timika 99920, Papua – Indonesia
+62 901 432005
+62 901 432209 (Faks.)